Copyright © Ruang Berbagi
Design by Dzignine
Kamis, 10 Oktober 2019

Materi ISMUBA SD (Al Islam)

MEMAHAMI 10 ASMAUL HUSNA

Pengertian asmaul husna

Dalam al-quran, terdapat Sembilan puluh Sembilan nama allah yang indah dan agung yang disebut asmaul husna. Asamaul husna secara bahasa artinya nama-nama yang baik. Nama-nama tersebut sesuai dengan keagungan Allah. Allah memiliki nama-nama yang agung sesuai dengan firman-Nya dalam surah Al-a’raf ayat 180 berikut ini :



Allah mempunyai asmaul Husna (nama-nama baik), berdoalah kepada-Nya dengan mempergunakan asmaul Husna tersebut. Dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama-nama Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”

Nama-nama Allah merupakan sebutan penuh arti dan makna. Sebutan itu menumbuhkan keyakinan yang dapat membawa keteguhan hati dan ketenangan jiwa. Asmaul Husna yang sering disebut dalam Al-quran, antara lain, al-Aziz, al-Wahab, al-Fattah, al-Qayyum, al-Hadi, ar-Raqib, al-Qadir, at-Tawab, al-mumit, dan al-Khaliq. 



a. Al-Aziz (Maha Perkasa)

Keperkasaaan Allah tidak terbatas dan terus menerus. Adapun keperkasaan makhluk sangat terbatas. Segagah apa pun manusia dalam waktunya ia akan mati. 


b. Al-Wahhab (Maha Pemberi)

Dikalangan manusia terkenal istilah dermawan, artinya orang yang suka memberi. Allah Maha pemberi kepada makhluk-Nya. Misalnya, Dia memberi rizki, memberi jodoh, memberi kedudukan, dan lain-lain. Maha pemberinya Allah disebut al-wahhab selain itu, sifat dermawan manusia sangat terbatas. Terkadang manusia memberikan sesuatu karena ada maksud tertentu. Adapun al-Wahhab (kedermawanan) Allah sangat tidak terbatas. Terbukti Allah memberikan nikmat berupa rezki, kesehatan dan kepintaran kepada setiap manusia, baik yang taat maupun yang ingkar kepada Nya. 


c. Al-Fattah (Maha Pembuka)

Allah maha pembuka hati manusia yang berduka, sedih, dan putus asa, selama manusia memohon kepada-Nya. Selain itu, Dia Maha Pemberi Rahmat ( kasih sayang).


d. Al-Qayyum (Maha Berdiri Sendiri)

Al-qayyam artinya Allah Maha Berdiri sendiri. Maksudnya, Dia tidak membutuhkan bantuan yang lain. Conyohnya, dalam penciptaan alam semesta beserta isinya, allah menciptakannya sendiri tanpa bantuan siapau pun. Dalam melakukan sesuatu atau jika berkehendak terjadi sesuatu, Allah cukup mengucap “kun” (jadilah). Segala sesuatu yang memerlukan bantuan menunjukan ketidak sempurnaan. Allah adalah Zat Yang Maha Pembari Pertolongan Dial ah yang diperlukan oleh semua makhluk, termasuk manusia.


e. Al-Hadi (Maha Pemberi Petunjuk)

Allah memberikan petunjuk kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Petunjuk Allah kebenarannya mutlak. Allah mengetahui siapa yang pantas diberi petunjuk dan siapa yang tidak. Sebaliknya, petunjuk manusia relatife sifatnya, apalagi kebenarannya. Oleh karena itu, sebaik-baik petunjuk yang diberikan Allah, yaitu Al-Quran. Al-Quran adalah keterangan dari Allah yang menjadi petunjuk bagi manusia. Hal ini sesuai dengan firman-Nya dalam surah Al-Qashash ayat 56 :Artinya:

“sesungguhnya engkau tidaklah dapat memberi petunjuk sekalipun terhadap orang yang engkau cintai. Tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki, dan dia mengetahui orang yang mendapat petnjuk”.


f. At-Tawab (Maha Pemberi Tobat)

Manusia merupakan makhluk yang tidak luput dari kesalahan. Adakalanya, berbuat baik dan manusia khilaf bias berbuat salah. Berbuat kekhilafan adalah hal yang sunatullah (bawaan), selama bukan kesengajaan. Lantas apakah yanga harus dilakukan manusia ketika melakukan kekhilafan ? tentu saja meminta maaf (bertobat). Jika melakukan kesalahan kepada sesame manusia minta maaflah kepada manusia yang bersangkutan. Apabila berbuat kesalahan kepada Allah, bertobatlah. Allah memiliki sifat Maha Pemberi Tobat (at-Tawab).siapapun yang memohon ampun, allah pasti mengabulkannya. Allah menerima tobat seseorang yang bertaubat sebenar-benarnya (taubatan nasuha). 


g. Ar-Raqib (Maha Mengawasi)

Allah maha mengawasi, tidak ada satu hal pun yang dapat disembunyikan dari Nya. Jangankan gerak-gerik, perasaan hati makhluk-Nya pun Allah tahu. Mengetahui bahwa Allh Maha Mengawasi, akan menyadarkan kita agar senantiasa bertingkah laku baik dan berhati bersih. 


h. Al-Qadir (Maha Kuasa)

Al-Qadir artinya Allah Maha Kuasa. Maksudnya Dia memiliki kekuasaan yang tidak terbatas dan tidak tertandingi. Allah berkuasa atas seluruh umat-Nya. Allah mengatur, menata, dan menentukan segalanya. Tidak ada yang mampu melawan dan menungguli kekuasaannya. 


i. Al-Mumit (Maha Mematikan)
Tentang Allah yang Maha Mematika dijelaskan dalam Al-Quran surah Qaf ayat 43

Sesungguhnya Kami menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada Kamilah tempat kembali (semua makhluk)


j. Al-Khalik (Maha Pencipta)

Al-Khalik artinya Maha Pencipta. Maksudnya Dialah yang menciptakan seluruh penghuni jagad raya. Allah disebut Khalik karena Allah menciptakan makhluk. Allah Maha Pencipta Dia mampu menciptakan segala sesuatu, yang kecil, besar, banyak, sedikit, dan yang rumit sekalipun. Manusia sebagai makhluk Allah yang sempurna tidak mampu menciptakan sesuatu seperti yang Allah ciptakan. 



Fungsi iman kepada Allah sebagai Al-Aziz dan Al-Wahhab

Iman kepada Allah sebagai al-Aziz (Maha Perkasa) mengajarkan bahwa hanya Allah yang Maha Perkasa. Manusia tidak berrhak untuk sombong dan merasa gagah.

Iman kepada Allah sebagai al-wahhab (Maha Pemberi) berfungsi mengajarkan kepada manusia bahwa Allah selalu memberikan rezeki kepada seluruh makhluknya. Pemberian Allah tidak bisa dihitung dan tidak mungkin terhitung. Atas, segala pemberian yang Allah berikan, manusia wajib mensyukurinya.

PENGAYAAN

Allah SWT. Memiliki sifat dan nama yang banyak. Adapun nama-nama Allah disimpilkan menjadi Sembilan puluh Sembilan, diantaranya al-Aziz, al-Wahhab, al-fattah, al-Qayyum, al-hadi, Ar-Raqib, al-Qadir, at-Tawab,al-Mumit. Dan al-Khaliq.

Keimanan kepada Allah SWT. Dapat diwujudkan dengan cara melaksanakan semua tugas sebagi pelajar, menaati aturan, menghindari perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain., serta senantiasa mendekatkan diri kepada Allah.

Banyaknya sifat dan nama tidak menunjukan banyaknya jumlah Tuhan. Tuhan hanya satu yaitu Allah SWT. Yang memiliki banyak sifat dan gelar yang agung.

Allah telah menciptakan dan jagat raya dengan kekuasaan-Nya. Tidak akan ada makhluk atau manusia yang mampu menandingi kekuasaan Allah. Sebagai manusia kita mesti banyak-banyak bersyukur.
Rabu, 09 Oktober 2019

Materi ISMUBA SD (Bahasas Arab)

  MENGENAL HURUF HIJAIYAH

Huruf Hijaiyah
A. Pengertian Huruf Hijaiyah

Huruf ( اَلْحُرُوْفُ ) adalah bentuk jamak dari ( ُاََلْحَرْف ) yang berati bagian terkecil dari lafal yang tidak dapat membentuk makna tersendiri kecuali harus diragkai dengan huruf lain. Kumpulan huruf yang dapat membentuk arti biasanya tiga huruf, misalnya ( وَقَى ) “ memelihara ” namun pada bentuk bentuk tertentu ada satu huruf yang sudah mempunyai arti, misalnya bentuk amar (perintah) dari (وَقَِى ) adalah ( قِِِِ ) “peliharalah” .
Sedangkan Hijaiyah ( اَلْهِجَائِيَةِ ) berasal dari akar kata (هَجَا- يَهْجُوْ- هِجَاءً ), yang berati “ ejaan “. Maksud dari ejaan disini adalah ejaan arab sebagai bahasa asli Al Qur’an. Karena itu yang dimaksud huruf hijaiyah adalah huruf yang ejaan bahasa Arab sebagai bahasa asli Al Qur’an. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan adanya di siplin ilmu lain yang mengunakan huruf hijaiyah, misalnya Hadist dan kitab-kitab berbahasa arab umumnya.

B. Bentuk-bentuk Huruf Hijaiyah
Huruf-huruf hijaiyah sebgaimana yang digunakan dalam Al Qur’an terdapat 29 macam, dan jumlah tersebut termasuk alif.
Pada dasarnya alif sama dengan hamzah, hanya saja alif bersyakal (berharokat) mati, sedangkan hamzah merupakan alif yang hidup dengan syakal tertentu.
Adapun ke-29 huruf adalah sebagai berikut :

No
Huruf
Bunyinya
Transliterasi
Contoh
1.
ا
Alif
a
صَالِحٌ
2.
ب
Ba’
b
بَلَغَ
3.
ت
Ta’
t
تَوْبَةٌ
4.
ث
Tsa’
ts
ثَوَبَ
5.
ج
Jim
j
جَمَعَ
6.
ح
Ha’
h
حَرَمٌ
7.
خ
Kha’
kh
خَشِيَ
8.
د
Dal
d
دَرَسَ
9.
ذ
Dzal
dz
ذَنْبٌ
10.
ر
Ra’
r
رَسَلَ
11.
ز
Za’
z
زَهَدَ
12.
س
Sin
S
سَارَ
13.
ش
Syin
Sy
شَرَفَ
14.
ص
Shad
Sh
صَنَعَ
15.
ض
Dhad
Dh
ضَلَّ
16.
ط
Tha’
Th
طَمَعَ
17.
ظ
Zha’
Zh
ظَالِمٌ
18.
ع
‘Ain
عَرَفَ
19.
غ
Ghain
Gh
غَرَقَ
20.
ف
Fa’
F
فَطَنَ
21.
ق
Qaf
Q
قَنَعَ
22.
ك
Kaf
K
كَرَمَ
23.
ل
Lam
L
لَبِسَ
24.
م
Mim
M
مَسَكَ
25.
ن
Nin
N
نَصَرَ
26.
و
Wawu
W
وَعَدَ
27.
ها
Ha’
H
هَلَكَ
28.
ء
Hamzah
أَمَنَ
29.
ي
Ya’
Y
يَرَى

C. Macam-macam Pengucapan Huruf Hijaiyah
Dari sudut pelafalan atau pengucapan, huruf hijaiyah dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
  1. Asma’ul Huruf, sebutan bagi nama-nama huruf.
  2. Musammayatul Huruf, yaitu sebutan cara mengucapkan huruf.
Dalam pengucapan Al Qur’an, pembaca diwajibkan menggunakan musammayatul huruf, kecuali jika pada permulaan surah-surah tertentu (fawatihush shuwar), maka cara membacanya dengan asma’ul huruf. Contoh : كهيعَصَ cara membacanya kaf-ha-ya-‘ain-shod.
Pada dasarnya, musammayatul huruf merupakan konsonan mati yang tidak dapat dibunyikan, kecuali dengan bantuan yang lain.
Untuk mengetahui bunyi huruf musammmayatul huruf itu dapat dilakukan dengan dua cara :
  1. Diberi hamzah washol di awal kata, misalnya : أَبْ, اِبْ, أُبْ
  2. Diberi ha’ yang mati di akhir kata, misalnya : بَهْ, بِهْ, بُهْ dengan kedua cara itu, maka konsonan tersebut dapat dibunyikan.
Sedang asmaul huruf sendiri dibagi 3 bagian :
    1. Huruf hanya mempunyai satu nama, bagian ini berjumlah 16 huruf, yaitu : ج, د,
ذ, س, ش, ص, ض, ع, غ, ق، ك، ل، م، ن، و، أ
  1. Mempunyai dua nama, bagian ini terdapat 12 huruf, misalnya : hamzah, boleh : هَمْزَةٌ ( menggunakan ta’), boleh juga : هَمْزٌ ( tanpa ta’).
    Sedang yang lain adalah : ي، ه ، ف، ظ، ط، ر، خ، ح، ث، ت، ب, boleh dibaca panjang atau pendek (tanpa menggunakan alif dalam membacanya).
  2. Mempunyai 4 nama, yaitu huruf : زَاءْ, boleh dibaca : زَايٌ , : زَاءٌ (Mad) : زَا ( qosor) : زِيٌّ .
Dengan standar itu, maka pembaca tidak sulit melafalkan huruf-huruf Hijaiyah, namun ada huruf yang kiranya sulit diucapkan, yaitu huruf : ضَادْ, karena itulah Nabi saw. Bersabda :
اَنَا اَفْصَحُ بِقِرَاءَةِ الضَّا دْ
Aku orang yang paling fasih membaca dhad “ (Al-hadist)

D. Cara menulis huruf Hijaiyah

Sistem penulisan huruf-huruf Hijaiyah kebalikan dari sistem penulisan huruf-huruf latin (Indonesia), yaitu dimulai dari samping kanan menuju ke kiri. Misalnya menulis dua ayat dari surah Al-fatihah :
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ العَا لَمِيْنَ
Sedangkan cara penulisan antara satu huruf yang dirangkai dengan huruf lain, mempunyai beberapa bagian yaitu :
    1. Dapat disambung ke kanan dan kiri. Bagian ini terdapat 22 huruf. Yaitu :
ب، ت، ث، ج، ح، خ، س، ش، ص، ض، ط، ظ، ف، ق، ك، ل، م، ن، ه، ي
    1. Hanya dapat disambung ke kiri. Bagian ini terdapat 6 huruf. Yaitu :
ا، د، ذ، ر، ز، و
  1. Tidak dapat di sambung ke kanan dan kiri. Bagian ini hanya ada satu huruf. Yaitu : ء
E. Transtliterasi Huruf hijaiyah

Transliterasi Huruf hijaiyah adalah suatu upaya untuk penyalinan huruf abjad dari bahasa arab ke huruf abjad bahasa lain. Tujuan utama transliterasi ini adalah untuk menampilkan kata-kata asal yang seringkali tersembunyi oleh metode pelafalan bunyi atau tajwid dalam bahasa arab.
Selain itu transliterasi juga memberi pedoman kepada para pembaca agar terhindar dari salah lafal yang bisa meyebabkan kesalahan dalam memahami makna asli kata-kata tertentu.
Dalam bahasa arab, salah makna akibat salah lafal gampang sekali terjadi kerena tidak semua hurufnya dapat dipadankan dengan huruf-huruf latin. Karenanya kita terpaksa menggunakan konsonan rangkap ( ts, kh, dz, sy, sh, dh, th, zh, dan, gh ) dan tambah simbol lain ( h,-’-,-‘- ), kesulitan ini masih ditambah lagi dengan proses pelafalan huruf yang memang banyak berbeda dan terdapat huruf-huruf yang harus dibaca secara panjang (mad).
Adapun bentuk-bentuk transliterasi ini sebagaimana sudah tertulis pada bagian sub kategori B diatas,
 terdapat tambahan transliterasi vokal sebagai ganti harakat yang panjang, yaitu:
Transliterasi harakat panjang
Contoh dalam Q,S An Nahl, ayat 46 tertulis:
وَاَنْزَلْنَااِلَيْكَ الذِّكْرَلِتُبَيِنُ لِلنَّاسِ وَمَاُنْزِّلَ اِلَيْهِمْ . النحل:۴۶
Bentuk transliterasi :
wa anzalnã ilaykadz dzikra litubayyinu linnãsi wa maã nuzzila ilayhim.
Bentuk terjemahannya :
dan kami turunkan kepadamu Al-qur’an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang diturunkan kepada mereka .” Q.s.16, An-nahl : 46